Image
Image

Dua Kades di Takalar Apresiasi Mahasiswa KKN Unibos, Dorong Kemitraan Berkelanjutan

12-Jul-2025    Daeng Mamat
facebook twitter whatsapp

BERITA45.COM, MAKASSAR – Dua desa di Kecamatan Sanrobone, Kabupaten Takalar—Desa Sanrobone dan Desa Ujung Baji—mendapat kunjungan langsung, dari jajaran pimpinan Universitas Bosowa (Unibos), dalam kegiatan Monitoring dan Evaluasi (Monev) program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Angkatan ke-58, Sabtu (12/07/2025). 

Agenda ini menandai berakhirnya masa pengabdian mahasiswa, sekaligus menjadi ruang refleksi dan dialog strategis bersama pemerintah desa.

Rektor Unibos, Prof. Dr. Ir. Batara Surya, S.T., M.Si., memimpin langsung kunjungan ini bersama jajaran pimpinan universitas, antara lain Wakil Rektor I Prof. Dr. Haeruddin Saleh, S.E., M.Si., Wakil Rektor II Prof. Dr. Ir. Zulkifli Maulana, M.P., dan Wakil Rektor III Prof. Dr. Seri Suriani, S.E., M.Si. 

Hadir pula Direktur Direktorat Riset, Inovasi dan Pemberdayaan Masyarakat Ir. H. Syahrul Sariman, M.T., Sekretaris Direktur Dr. Hj. Darmawati Manda, S.E., M.Si., Ketua Bidang Pengabdian kepada Masyarakat Dr. Syahrir Idris, S.T., M.S.P., serta Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) KKN, Ir. Jufriadi, S.T., M.S.P.

Dalam sambutannya, Kepala Desa Sanrobone, Drs. Abdul Aziz Mauluddin, M.Si., menyampaikan apresiasi tinggi, atas peran dan kontribusi mahasiswa KKN Unibos, yang dinilainya sangat membantu dalam pembangunan desa.

“Saya ingin kita menjadi mitra. Kalau bisa setiap tahun kami dapat mahasiswa KKN dari Unibos, karena kami merasakan betul manfaat dari keberadaan anak-anak KKN ini. Membangun desa tidak bisa sendiri, dan mahasiswa KKN dari Unibos ini saya bisa katakan adalah salah satu yang terbaik,” ungkapnya.

Hal senada disampaikan Kepala Desa Ujung Baji, Dewagong Tawang. 

Ia menilai mahasiswa Unibos mampu beradaptasi dengan cepat, berkomunikasi aktif dengan perangkat desa, serta menyusun dan menjalankan program kerja yang aplikatif.

“Mahasiswa Unibos sangat kooperatif, mampu beradaptasi, dan menjalankan program dengan baik. Kami merasa terbantu, dan tentu berharap kemitraan ini bisa terus berlanjut ke depan,” katanya.

Selama pelaksanaan KKN, mahasiswa menjalankan berbagai program kerja di dua desa, di antaranya penyusunan profil desa, pembuatan dan penataan dokumen administrasi, rehabilitasi tugu dusun, pemasangan plang nama aparat desa, kegiatan edukasi lingkungan untuk siswa sekolah dasar, bakti sosial, serta penyelenggaraan kegiatan olahraga dan kesenian. 

Program-program ini, turut memperkuat budaya kerja sama dan peran serta masyarakat, dalam pembangunan desa.

Menanggapi respons positif dari kedua kepala desa, Rektor Unibos Prof. Batara Surya menegaskan, perguruan tinggi memiliki tanggung jawab moral dan intelektual, untuk mendorong pembangunan berkelanjutan di tingkat desa.

“Tentu kami sambut baik harapan desa untuk menjadi mitra. Sanrobone memiliki nilai historis, sementara Ujung Baji menyimpan potensi kelautan dan pesisir. Jika digarap dengan pendekatan lintas disiplin, kami yakin bisa dirancang masterplan pariwisata desa yang berbasis historikal dan potensi lokal,” jelasnya.

Ia juga menggarisbawahi pentingnya KKN, sebagai jembatan antara akademisi dan masyarakat. 

Untuk memperkuat dokumentasi dan promosi desa, Prof. Batara mendorong mahasiswa, untuk membuat video dokumenter berdurasi 10 menit, yang menampilkan kegiatan dan potensi lokal desa, yang akan diunggah di kanal YouTube resmi kampus.

Kegiatan Monev ini turut melibatkan Badan Permusyawaratan Desa (BPD), staf pemerintahan desa, serta tokoh masyarakat setempat. 

Seluruh elemen desa menyampaikan apresiasi dan dukungan penuh, atas keberadaan mahasiswa KKN Unibos, yang dinilai telah membawa manfaat nyata bagi desa.